Pagi itu tak biasa. Pamflet-pamflet berisi nada protes pada Sukanda Husin tertempel di papan pengumuman, dinding, dan kaca gedung N Fakultas Hukum (FH) Universitas Riau. Mahasiswa yang melintas dari ruang biro menuju kelas-kelas baca pamflet itu.
Kamis (22/5) malam. Panitia Pemilihan Raya Universitas (PPRU) Universitas Riau (Unri) menetapkan batas akhir pengembalian formulir bakal calon (balon) ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unri periode 2008-2009.
Semua orang tahu dengan pameo :tentang Riau: di atas minyak di bawah minyak. Di atas pemukaan tanah sawit. Di bawah permukaan tanah kaya minyak dan gas (Migas). Sejak Riau bergabung dengan Indonesia, satu persoalan klasik—hingga kini—yang dialami Riau: Riau dizalimi pemerintah pusat.
Sebetulnya konsep pemekaran itu bagus. Kalau itu bisa terlaksana secara baik dan demokratis. Tapi jika tidak berubah maka akan menjadi pengalihan kekuasaan dan KKN dari satu daerah induk ke daerah yang baru dimekarkan,” ungkap Ishak, dosen FISIP Unri.
Bank Dunia, kantor pusat Washington DC, Amerika Serikat, melakukan video conference dengan Global Development Learning Network (GDLN) Universitas Riau (Unri), Rabu (3/3). Selain Unri, hadir Universitas Indonesia (UI), Jakarta, Universitas Hasanuddin (Unhas), Makasar, dan Universitas Udayana, Bali. ”Lengkapnya
Auditorium Milyaran Rupiah ““Pembangunan auditorium sudah direncanakan sejak tahun 2003,” ungkap Ir. Gunawan Tabrani, Sekretaris Pusat pengembangan dan Pendidikan (Pusbangdik) Unri. Gedung ini, lanjut Gunawan Tabrani, berasal dari usulan Pusbangdik. Saat itu program Pusbangdik padat berupa seminar, workshop dan berbagai pelatihan. Biasanya Pusbangdik menggunakan fasilitas rektorat lantai IV. Namun, saat peserta over kapasitas terpaksa dihelat di hotel. “Kadang juga rektorat dipakai mahasiswa,” imbuh Gunawan. Atas dasar itu Pusbangdik pun mulai menyusun konsep termasuk menyusun proposal gedung auditorium.”Lengkapnya
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad. Ruang Merak I Lantai III. Kamar Infeksi. Di sudut kanan lorong belakang, ada tiga orang wanita. Satu terbaring lemas di atas tikar pandan, satu duduk bersandar di dinding sembari menangis terisak, satunya lagi duduk sambil memegang ponsel.
Yang terbaring namanya Ika Desiana. Ia kuliah di Jurusan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau. Di sebelah kiri Ika, duduk ibunya, Sri Haryanti.
Provokasi Pikiran Mungkin ketika mendengar kata provokasi anda langsung berpikir tentang cara mempengaruhi pemikiran seseorang. Provokasi secara harfiah berarti menyulut. Prasetya M. Brata sang penulis buku yang berjudul Provokasi bisa menyulut api pikiran anda. Kisah-kisah kecil dan sederhana dirangkumnya menjadi sebuah pemikiran, langsung dapat kita simpulkan sendiri. Kalimat sederhana dan mudah dicerna, bisa membuat anda mudah tuk memahami setiap rangkaian peristiwa. Alur ceritanya pun sangat runut. Lengkapnya
Miskin Bisa Diubah
Lihatlah kisah si Irwan, penjual air tebu di ujung Batu. Irwan dan istrinya berprofesi sama. Irwan menjajakan tebunya menggunakan motor, sedangkan istrinya berjualan es tebu di pasar. Mereka telah melakoni profesi ini selama 12 tahun. Inilah hasil kerja keras Irwan: kini ia punya satu unit mobil, dua sepeda motor serta punya rumah tingkat dua. Lengkapnya
Akramunas
Alhamdulillahirabbil’alamiin, saat ini kita semua diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi. Tidak semua generasi muda muslim dapat memperoleh kesempatan seperti ini. Agar bekal ilmu yang kita dapat membawa pada kebaikan dunia dan akhirat, maka suatu keniscayaan bahwa kita harus berusaha menjadi seorang intelektual atau ilmuwan yang muslim. Bagaimana karakteristik seorang intelektual/ilmuwan muslim tersebut? Berikut dapat disimak beberapa karakteristiknya: Lengkapnya