Provokasi Pikiran PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Mellya Handayani   
Wednesday, 30 July 2008

Mungkin ketika mendengar kata provokasi anda langsung berpikir tentang cara mempengaruhi pemikiran seseorang. Provokasi secara harfiah berarti menyulut. Prasetya M. Brata sang penulis buku yang berjudul Provokasi bisa menyulut api pikiran anda. Kisah-kisah kecil dan sederhana dirangkumnya menjadi sebuah pemikiran, langsung dapat kita simpulkan sendiri. Kalimat sederhana dan mudah dicerna, bisa membuat anda mudah tuk memahami setiap rangkaian peristiwa. Alur ceritanya pun sangat runut.

Manusia dalam pandangan Brata, dinilai dalam bentuk pengalaman pribadinya. Peristiwa yang biasa terlewatkan begitu saja oleh sebagian orang, malah dimaknai dengan sangat rinci oleh Brata. Seperti prasangka kita terhadap orang lain yang seharusnya tak perlu ada dalam pikiran kita. Atau kisah-kisah pilihan hidup dan resiko pekerjaan yang sering kita anggap sebagai musibah malah berubah menjadi anugerah. Hal itu menurutnya tidak mesti disikapi dengan buruk bahkan menjadi beban pikiran manusia.

Buku ini mendeskripsikan tentang realita peristiwa dengan pemikiran yang berkecamuk dalam manusia. Ia menamainya “Internal Pemikiran”. Meski  pengalaman yang disajikannya berbeda, namun tetap dalam satu benang merah.

Sayang buku ini hanya berhenti pada pemikiran deskripsi yang ia rasakan saja. Sehingga pembaca hanya digiring ke dalam peta internal pemikiran sang pengarang buku.

 Dalam buku ini ia berpesan, bahwa setiap pemikiran buruk yang ada dalam pikiran kita, merupakan ciptaan yang berasal dari diri kita sendiri. Provokasi juga menyadarkan bahwa peta internal manusia berada dalam diri manusia tersebut. Selamat membaca! melly

 

Judul Buku : Provokasi Pikiran

Penulis  : Prasetya M. Brata

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun Buku : 2008

Tebal Buku : 246 halaman

 
Berikutnya >

Feature

‘Seribu Doa’ Untuk Aprilita

 

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad. Ruang Merak I Lantai III. Kamar Infeksi. Di sudut kanan lorong belakang, ada tiga orang wanita. Satu terbaring lemas di atas tikar pandan, satu duduk bersandar di dinding sembari menangis terisak, satunya lagi duduk sambil memegang ponsel.

Yang terbaring namanya Ika Desiana. Ia kuliah di Jurusan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau. Di sebelah kiri Ika, duduk ibunya, Sri Haryanti.

 

Lengkapnya

Baca Juga :

 

 

Lambang Unri