Alhamdulillahirabbil’alamiin, saat ini kita semua diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi. Tidak semua generasi muda muslim dapat memperoleh kesempatan seperti ini. Agar bekal ilmu yang kita dapat membawa pada kebaikan dunia dan akhirat, maka suatu keniscayaan bahwa kita harus berusaha menjadi seorang intelektual atau ilmuwan yang muslim.Bagaimana karakteristik seorang intelektual/ilmuwan muslim tersebut? Berikut dapat disimak beberapa karakteristiknya:
Pertama. Bersungguh-sungguh dalam belajar (QS 3/7). Seorang muslim sangat menyadari akan hakikat semua aktifitas hidupnya adalah dalam rangka pengabdiannya kepada Allah SWT, sehingga dirinya haruslah mengoptimalkan semua potensi yang dimilikinya untuk sebesar-besarnya digunakan meningkatkan taraf hidup kaum muslimin.Lalu Berpihak pada kebenaran (QS 5/100). Seorang ilmuwan muslim sadar, jika ilmu yang didapatnya adalah pemberian Allah SWT. Allah-lah yang telah mengajarinya dan membuatnya bisa mengenal alam semesta ini. Sebagai konsekuensinya, maka ia harus berpihak kepada kebenaran yang telah diturunkan Allah SWT. Karena ia tahu bahwa saat menghadap Allah SWT kelak, masing-masing akan mempertanggungjawabkan perbuatannya sendiri-sendiri dan Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan setiap perbuatan walaupun kecil (QS 99/7-8).
Ketiga. Kritis dalam belajar (QS 39/18). Setiap ilmuwan muslim mengetahui bahwa kebenaran yang terkandung dalam ilmu pengetahuan yang dipelajarinya bersifat relatif dan tidak tetap. Sehingga ia selalu berusaha bersifat kritis dan tidak menelan bulat-bulat apa yang dipelajarinya dari berbagai ilmu pengetahuan modern tanpa melakukan suatu pengujian dan eksperimen.
Keempat. Menyampaikan ilmu (QS 14/52). Salah satu kriteria ilmuwan muslimin adalah berusaha mengamalkan ilmu yang didapatnya dengan menyampaikannya kepada orang lain. Karena pahala ilmu yang telah dipelajari akan menjadi suatu amal yang tidak pernah putus walaupun ia telah tiada, jika telah menjadi suatu ilmu yang bermanfaat bagi orang lain.
Kelima. Sangat takut kepada Allah SWT (QS 65/10). Seorang ilmuwan muslim apabila semakin bertambah ilmu pengetahuan yang didapatnya, ia akan merasa semakin takut kepada Allah SWT. Karena dengan semakin bertambah ilmunya, maka semakin banyak rahasia alam semesta ini yang diketahuinya dan semakin yakinlah ia akan kebenaran firman Allah SWT dalam kitab-Nya.
Sebagai konsekuensi dari rasa takutnya kepada Allah SWT, ia juga akan senantiasa mengedepankan kejujuran dalam seluruh proses pembelajaran dan penelitiannya terhadap ilmu, karena yang diharapkannnya adalah agar Allah SWT selalu meridhoinya. Terakhir. Bangun di waktu malam (QS 39/9). Semakin yakinnya seorang ilmuwan muslim kepada penciptanya maka akan semakin banyak ia beribadah. Dan sebaik-baiknya ibadah adalah ibadah yang dilakukan di waktu malam (QS 32/16).
Semoga kita senantiasa dapat berusaha menjadi ilmuwan muslim. Sehingga ilmu yang dimiliki dapat membawa kebaikan untuk dunia dan akhirat kita. Wallahua’lam bishawwab.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad. Ruang Merak I Lantai III. Kamar Infeksi. Di sudut kanan lorong belakang, ada tiga orang wanita. Satu terbaring lemas di atas tikar pandan, satu duduk bersandar di dinding sembari menangis terisak, satunya lagi duduk sambil memegang ponsel.
Yang terbaring namanya Ika Desiana. Ia kuliah di Jurusan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau. Di sebelah kiri Ika, duduk ibunya, Sri Haryanti.