Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Riau(Unri) menggelar pelatihan pembuatan Progerst Report kelembagaan mahasiswa selingkungan FE. Acara yang berlangsung pada Rabu (18/03) ini bertempat di ruang Yudisium FE.
BLM FE mengadirkan tiga orang pembicara, yakni Agung Nugroho (Ketua BLM Unri), Mardiansyah (Ketua Komisi IV BLM Unri) dan Irma Hasnida (Menteri Keuangan BEM Unri).
Dalam pembahasannya, Agung Nugroho menjelaskan tentang sistem keuangan satu pintu yang hari ini sedang dijalankan oleh pihak rektorat. “Ada yang beranggapan bahwa sistem satu pintu menyulitkan kelembagaan mahasiswa tapi sebenarnya hal itu tidak akan terjadi jika pihak kelembagaan mahasiswa membuat perencanaan anggaran dengan baik,” ujar Agung. Sementara itu, Mardiansyah menerangkan tentang pembuatan progrest report dan item-item yang harus dipenuhi dalam sebuah progrest report. Pembicara ketiga, Irma Hasnida mengupas tentang penyajian laporan keuangan kelembagaan mahasiswa yang harus berdasarkan Penyajian Laporan Keuangan Organisasi Kemahasiswaan (PLKOK).
Eko Widiyanto, ketua BLM FE, menuturkan acara ini menjelaskan alasan perlunya mengadakan pelatihan. Kata dia, dari beberapa kelembagaan FE yang sudah mengumpulkan progrest report masih ditemui kesalahan dalam penyajiannya bahkan sebagian lagi masih belum menyerahkan. “Kami akan memberikan tenggang waktu dua minggu pada kelembagaan untuk memperbaiki dan menyerahkan progrest reportnya,”ujar Eko mengakhiri.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad. Ruang Merak I Lantai III. Kamar Infeksi. Di sudut kanan lorong belakang, ada tiga orang wanita. Satu terbaring lemas di atas tikar pandan, satu duduk bersandar di dinding sembari menangis terisak, satunya lagi duduk sambil memegang ponsel.
Yang terbaring namanya Ika Desiana. Ia kuliah di Jurusan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau. Di sebelah kiri Ika, duduk ibunya, Sri Haryanti.